![]() |
Namun, bukan berarti Wae Lolos kehilangan pesonanya. Justru, di tengah keheningan musim sepi, desa wisata ini menemukan ritme lain: kesempatan untuk berbenah.
Kesempatan dalam Keheningan
Bagi tim Pokdarwis Cunca Plias, Februari bukanlah bulan untuk meratapi turunnya jumlah wisatawan. Sebaliknya, ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki jalur trekking yang mulai licin, merapikan area sekitar Kolam di Atas Awan, dan membersihkan titik-titik wisata dari dedaunan yang berguguran.
"Kalau musim ramai, kami sibuk melayani wisatawan. Musim sepi begini, kami bisa fokus memperbaiki fasilitas agar nanti, saat pengunjung kembali memadati desa, mereka bisa menikmati Wae Lolos dengan lebih nyaman," ujar salah satu anggota Pokdarwis sambil mengangkut batu untuk memperkuat jalur setapak.
Tak hanya itu, beberapa spot foto favorit juga mendapat sentuhan baru. Tempat duduk di sekitar view point kini lebih kokoh, dan Gapura , sebuah gerbang masuk trekking point pun diganti dengan yang lebih menarik.
Keindahan yang Masih Dicari
Meski tak seramai bulan-bulan sebelumnya, tetap ada wisatawan yang memilih datang ke Wae Lolos di musim sepi. Salah satunya adalah pasangan Asal Belgium, sepasang 'traveler' yang menyempatkan diri mengunjungi Desa Wae Lolos.
"Kami justru suka datang saat begini. Lebih tenang, lebih alami. Bisa menikmati trekking tanpa terburu-buru dan benar-benar merasakan suasana hutan yang damai," kata mereka sambil menikmati secangkir kopi hangat di di pedesaan selepas beranjak dari air terjun.
Keindahan Wae Lolos memang tak bergantung pada jumlah pengunjung. Air Terjun Cunca Plias tetap mengalir deras, pepohonan hijau tetap menari diterpa angin, dan kabut yang turun menjelang sore masih menghadirkan sensasi negeri di atas awan.
Bersiap Menyambut Musim Ramai
Meski Februari membawa lebih sedikit pengunjung—hanya 643 wisatawan—semangat untuk menjaga Wae Lolos tetap menyala. Tim Pokdarwis terus mempromosikan keindahan desa ini melalui media sosial, membagikan foto-foto terkini yang membuat siapa pun ingin segera berkunjung.
![]() |
Pokdarwis Cunca Plias |
"Musim sepi ini seperti waktu istirahat sebelum kita kembali berlari. Kami ingin memastikan saat wisatawan kembali berdatangan, Wae Lolos sudah dalam kondisi terbaik," ujar seorang pengelola wisata dengan senyum penuh semangat.
Dan begitulah, meskipun jumlah pengunjung menurun, Wae Lolos tetaplah Wae Lolos—desa wisata yang selalu punya cerita, bahkan di tengah keheningan musim sepi.
Baca Kumpulan Artikel di Buku Artikel Infosatu